Menyusuri Jejak Islam di Andalusia

05Agu08

“Wahai saudara-saudaraku, lautan ada di belakang kalian, musuh ada di depan kalian, ke manakah kalian akan lari?, Demi Allah, yang kalian miliki hanyalah kejujuran dan kesabaran. Ketahuilah bahwa di pulau ini kalian lebih terlantar dari pada anak yatim yang ada di lingkungan orang-orang hina. Musuh kalian telah menyambut dengan pasukan dan senjata mereka. Kekuatan mereka sangat besar, sementara kalian tanpa perlindungan selain pedang-pedang kalian, tanpa kekuatan selain dari barang-barang yang kalian rampas dari tangan musuh kalian. Seandainya pada hari-hari ini kalian masih tetap sengsara seperti ini, tanpa adanya perubahan yang berarti, niscaya nama baik kalian akan hilang, rasa gentar yang ada pada hati musuh akan berganti menjadi berani kepada kalian. Oleh karena itu, pertahankanlah jiwa kalian.”

Kalimat tersebut diucapkan setelah kapal yang digunakan menyeberangi selat, sehingga satu-satunya pilihan bagi 7000 pasukan Islam saat itu hanyalah menghadapi 100.000 pasukan Visigoth guna menaklukkan negeri Andalusia, atau syahid disana. Pidato terkenal ini dikobarkan oleh seorang panglima perang yang tercatat dengan tinta emas dalam sejarah penyebaran Islam: Thariq bin Ziyad.

Thariq bin Ziyad
Nama lengkapnya adalah Thariq bin Ziyad bin Abdullah bin Walgho bin Walfajun bin Niber Ghasin bin Walhas bin Yathufat bin Nafzau. Beliau merupakan putra suku Ash-Shadaf, suku Barbar, penduduk asli daerah Al-Atlas, Afrika Utara. Ia lahir sekitar tahun 50 Hijriah. Ia ahli menunggang kuda, menggunakan senjata, dan ilmu bela diri. Beliau adalah salah seorang Panglima Perang Islam pada masa pemerintahan Khalifah Walid bin Abdul Malik atau al-Walid I (705-715 M) dari bani Umayah.

Pada bulan Rajab 97 H atau Juli 711 M, beliau mendapat perintah dari Gubernur Afrika Utara, Musa bin Nusair untuk mengadakan penyerangan ke semenanjung Andalusia (Semenanjung Iberia yang sekarang meliputi negara Spanyol dan Portugis). Bersama 7.000 pasukan yang dipimpinnya, Thariq bin Ziyad menyeberangi selat Gibraltar (berasal dari kata “Jabal Thariq” yang berarti “Gunung Thariq”) menuju Andalusia.

Setelah armada tempur lautnya mendarat di pantai karang, beliau berdiri di atas bukit karang dan berpidato. Beliau memerintahkan anak buahnya untuk membakar kapal-kapal yang membawa seluruh awak pasukannya. Kecuali kapal-kapal kecil yang diminta pulang untuk meminta bantuan kepada khalifah[citation needed, lihat footnote]. Beliau mengatakan, “Kita datang ke sini tidak untuk kembali. Kita hanya punya dua pilihan, menaklukkan negeri ini dan menetap di sini serta mengembangkan Islam, atau kita semua binasa (syahid).”

Karuan saja pidato ini membakar semangat jihad pasukannya. Mereka segera menyusun kekuatan untuk menggempur pasukan kerajaan Visigoth, Spanyol, di bawah pimpinan Raja Roderick. Atas pertolongan Allah swt, 100.000 pasukan Raja Roderick tumbang di tangan pasukan muslim. Raja Roderick pun menemui ajal di medan pertempuran ini.

Dimulainya penyebaran Islam di Eropa Barat
Dalam kitab Tarikh al-Andalus, disebutkan bahwa sebelum meraih keberhasilan ini, Thariq telah mendapatkan firasat bahwa ia pernah bermimpi melihat Rasulullah saw bersama keempat khulafa’ al-rasyidin berjalan di atas air hingga menjumpainya, lalu Rasulullah saw. memberi tahukan kabar gembira bahwa ia akan berhasil menaklukkan Andalusia. Kemudian Rasulullah saw. menyuruhnya untuk selalu bersama kaum muslimin dan menepati janji.

Setelah meraih kemenangan ini, Thariq menulis surat ke Musa, mempersembahkan kemenangan kaum muslimin ini. Dalam suratnya itu ia menulis:

“Saya telah menjalankan perintah anda. Allah telah memudahkan kami memasuki negeri Andalusia.”

Setahun kemudian, Musa bin Nusair bertolak membawa 10.000 pasukan menyusul Thariq. Sejak saat itu, satu demi satu kota-kota di Andalusia berhasil diduduki tentara Thariq dan Musa; Toledo, Elvira, Granada, Cordoba dan Malaga. Lalu dilanjutkan Zaragoza, Aragon, Leon, Asturia, dan Galicia. Dan penyebaran Islam ke Eropa pun dimulai dari Andalusia.

Pasukan Musa dan pasukan Thariq bertemu di Toledo. Keduanya bergabung untuk menaklukkan Ecija. Setelah itu mereka bergerak menuju wilayah Pyrenies, Perancis. Hanya dalam waktu 2 tahun, seluruh daratan Spanyol berhasil dikuasai. Beberapa tahun kemudian Portugis mereka taklukkan dan mereka ganti namanya dengan Al-Gharb (Barat).

Sungguh itu keberhasilan yang luar biasa. Musa bin Nusair dan Thariq bin Ziyad berencana membawa pasukannya terus ke utara untuk menaklukkan seluruh Eropa. Sebab, waktu itu tidak ada kekuatan dari mana pun yang bisa menghadap mereka. Namun, niat itu tidak tereaslisasi karena Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik memanggil mereka berdua pulang ke Damaskus. Thariq pulang terlebih dahulu sementara Musa bin Nusair menyusun pemerintahan baru di Spanyol.

Setelah bertemu Khalifah, Thariq bin Ziyad ditakdirkan Allah swt. tidak kembali ke Eropa. Ia sakit dan menghembuskan nafas. Thariq bin Ziyad telah menorehkan namanya di lembar sejarah sebagai putra asli Afrika Utara muslim yang menaklukkan daratan Eropa.

Wilayah Al-Andalus (abad 7 hingga 10)

Sejarawan Barat beraliran konservatif, W. Montgomery Watt dalam bukunya Sejarah Islam di Spanyol, mencoba meluruskan persepsi keliru para orientalis Barat yang menilai umat Islam sebagai yang suka berperang. Menurutnya,

“Mereka (para orientalis) umumnya mengalami mispersepsi dalam memahami jihad umat Islam. Seolah-olah seorang muslim hanya memberi dua tawaran bagi musuhnya, yaitu antara Islam dan pedang. Padahal, bagi pemeluk agama lain, termasuk ahli kitab, mereka bisa saja tidak masuk Islam meski tetap dilindungi oleh suatu pemerintahan Islam.”

Peperangan dalam Islam adalah untuk menghidupkan manusia bukan untuk memusnahkan. Itu sebabnya, ketika kaum muslimin menang perang dan menguasai wilayah tidak bertujuan menjajahnya. Berbeda dengan ideologi Kapitalisme yang memang tujuan mereka berperang adalah untuk menguasai wilayah dan menjajahnya (baca: menguras seluruh potensi wilayah itu untuk kepentingan bangsanya).

Merah tua: Ekspansi wilayah Islam di zaman Rasulullah, 622-632
Merah muda: Ekspansi wilayah Islam di zaman Khulafaur Rasyidin, 632-661
Oranye: Ekspansi wilayah Islam di zaman Kekhilafahan Bani Umayyah, 661-750

Sejarah Andalusia

Al-Andalus, was the Arabic name given to those parts of the Iberian Peninsula governed by Muslims, or Moors, at various times in the period between 711 and 1492. (Wikipedia)

I. Periode Kekuasaan Bani Umayyah Damaskus (711-755)
Pada periode ini Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayah yang berpusat di Damaskus.

Wilayah Kekhalifahan Bani Umayyah

Pada periode ini stabilitas politik negeri Spanyol belum tercapai secara sempurna, gangguan-gangguan masih terjadi, baik datang dari dalam maupun dari luar. Gangguan dari dalam antara lain berupa perselisihan di antara elite penguasa, terutama akibat perbedaan etnis dan golongan. Disamping itu, terdapat perbedaan pandangan antara khalifah di Damaskus dan gubernur Afrika Utara yang berpusat di Kairawan. Masing-masing mengaku bahwa merekalah yang paling berhak menguasai daerah Spanyol ini. Oleh karena itu, terjadi dua puluh kali pergantian wali (gubernur) Spanyol dalam jangka waktu yang amat singkat.

Gangguan dari luar datang dari sisa-sisa musuh Islam di Spanyol yang bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang memang tidak pernah tunduk kepada pemerintahan Islam. Gerakan ini terus memperkuat diri. Setelah berjuang lebih dari 500 tahun, akhirnya mereka mampu mengusir Islam dari bumi Spanyol. Karena seringnya terjadi konflik internal dan berperang menghadapi musuh dari luar, maka dalam periode ini Islam Spanyol belum memasuki kegiatan pembangunan di bidang peradaban dan kebudayaan.

Perbedaan pandangan politik juga menyebabkan seringnya terjadi perang saudara. Hal ini ada hubungannya dengan perbedaan etnis, terutama, antara Barbar asal Afrika Utara dan Arab. Konflik perang saudara diantara berbagai kelompok Muslim di Iberia itu berakibat hilangnya kendali kekhalifahan di wilayah itu, hingga Yusuf Al-Fihri memenangkan perseteruan itu dan menjadi pemimpin independen di wilayah Andalusia.

II. Periode Kerajaan Cordoba (756-1013)
Di tahun 750, kekuasaan khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus digantikan dengan kekuasaan Bani Abbasiyah yang berpusat di Baghdad. Abdurrahman Ad-Dakhil, keturunan Bani Umayyah yang selamat, berhasil menurunkan Yusuf Al-Fihri dan memproklamirkan dirinya sebagai Amir kerajaan Andalusia yang berpusat di Cordoba dan melepaskan diri dari Kekhalifahan Abbasiyah pada tahun 756.

Amir Kerajaan Cordoba berturut-turut: Abdurrahman I (756-788), Hisyam I (788-796), Al-Hakam I (796-822), Abdurrahman II (822-852), Muhammad I (852-886), Al-Mundhir (886-888), Abdullah ibn Muhammad (888-912)

Kemudian semenjak kekuasaan Abdurrahman III di tahun 929, sebutan penguasa Amir kemudian digantikan dengan titel Khalifah: Abdurrahman III (912-961), Al-Hakam II (961-976), Hisyam I (976-1008), Muhammad II (1008-1009), Sulaiman II (1009-1010), Hisyam II (1010-1012), Sulaiman II (1012-1016), Abdurrahman IV (1017), Abdurrahman V (1023-1024), Muhammad III (1024-1025), Hisyam III (1026-1031).

Awal dari kehancuran khilafah Bani Umayyah di Spanyol adalah ketika Hisyam naik tahta dalam usia sebelas tahun. Oleh karena itu kekuasaan aktual berada di tangan para pejabat. Pada tahun 981 M, Khalifah menunjuk Ibn Abi Amir sebagai pemegang kekuasaan secara mutlak. Dia seorang yang ambisius yang berhasil menancapkan kekuasaannya dan melebarkan wilayah kekuasaan Islam dengan menyingkirkan rekan-rekan dan saingan-saingannya. Atas keberhasilan-keberhasilannya, ia mendapat gelar al-Manshur Billah. Ia wafat pada tahun 1002 M dan digantikan oleh anaknya al-Muzaffar yang masih dapat mempertahankan keunggulan kerajaan. Akan tetapi, setelah wafat pada tahun 1008 M, ia digantikan oleh adiknya yang tidak memiliki kualitas bagi jabatan itu. Dalam beberapa tahun saja, negara yang tadinya makmur dilanda kekacauan dan akhirnya kehancuran total. Pada tahun 1009 M khalifah mengundurkan diri. Beberapa orang yang dicoba untuk menduduki jabatan itu tidak ada yang sanggup memperbaiki keadaan. Akhirnya pada tahun 1013 M, Dewan Menteri yang memerintah Cordova menghapuskan jabatan khalifah. Ketika itu, Spanyol sudah terpecah dalam banyak sekali negara kecil yang berpusat di kota-kota tertentu.

III. Periode Kerajaan-Kerajaan Lokal
Kekhalifahan Cordoba runtuh dengan terjadinya perang saudara antara 1009 hingga 1013, meskipun belum sepenuhnya berakhir hingga 1031. Negeri Andalusia kemudian terpecah menjadi lebih dari tiga puluh negera kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan atau Al-Mulukuth Thawaif, yang berpusat di suatu kota seperti Kerajaan Malaga, Zaragoza, Valencia, Badajoz, Sevilla, dan Toledo.

Perpecahan Negeri2 Andalusia di tahun 1031 (wilayah berwarna putih, merah, kuning, dan biru di bagian utara termasuk kerajaan Kristen)

Para raja-raja kecil itu digelar Mulukuth Thawaif (Raja Lokal) kemudian berseteru dan berperang satu sama lain tanpa sebab yang jelas. Hanyalah karena ingin saling menguasai. Kisah-kisah pengkhianatan, kisah-kisah perebutan puteri cantik dan perebutan harta mewarnai semua perseteruan itu. Mereka tak sadar umat Kristen telah mempersiapkan kekuatan untuk merebut kembali Spanyol. Ironisnya, kalau terjadi perang saudara, ada diantara pihak-pihak yang bertikai itu yang meminta bantuan kepada raja-raja Kristen. Melihat kelemahan dan kekacauan yang menimpa keadaan politik Islam itu, untuk pertama kalinya orang-orang Kristen pada periode ini mulai mengambil inisiatif penyerangan. Meskipun kehidupan politik tidak stabil, namun kehidupan intelektual terus berkembang pada periode ini. Istana-istana mendorong para sarjana dan sastrawan untuk mendapatkan perlindungan dari satu istana ke istana lain.

IV. Periode Kekuasaan Dinasti-dinasti dari Maroko
Pada periode ini Spanyol Islam meskipun masih terpecah dalam beberapa negara, tetapi terdapat satu kekuatan yang dominan, yaitu kekuasaan dinasti Murabithun (086-1143 M) dan dinasti Muwahhidun (1146-1235 M). Dinasti Murabithun pada mulanya adalah sebuah gerakan agama yang didirikan oleh Yusuf ibn Tasyfin di Afrika Utara. Pada tahun 1062 M ia berhasil mendirikan sebuah kerajaan yang berpusat di Marakesy. Ia masuk ke Spanyol atas “undangan” penguasa-penguasa Islam di sana yang tengah memikul beban berat perjuangan mempertahankan negeri-negerinya dari serangan-serangan orang-orang Kristen. Ia dan tentaranya memasuki Spanyol pada tahun 1086 M dan berhasil mengalahkan pasukan Castilia. Karena perpecahan di kalangan raja-raja muslim, Yusuf melangkah lebih jauh untuk menguasai Spanyol dan ia berhasil untuk itu.

Akan tetapi, penguasa-penguasa sesudah ibn Tasyfin adalah raja-raja yang lemah. Pada tahun 1143 M, kekuasaan dinasti ini berakhir, baik di Afrika Utara maupun di Spanyol dan digantikan oleh dinasti Muwahhidun. Pada masa dinasti Murabithun, Saragossa jatuh ke tangan Kristen, tepatnya tahun 1118 M. Di Spanyol sendiri, sepeninggal dinasti ini, pada mulanya muncul kembali dinasti-dinasti kecil, tapi hanya berlangsung tiga tahun.

Pada tahun 1146 M penguasa dinasti Muwahhidun yang berpusat di Afrika Utara merebut daerah ini. Muwahhidun didirikan oleh Muhammad ibn Tumart (w. 1128). Dinasti ini datang ke Spanyol di bawah pimpinan Abd al-Mun’im. Antara tahun 1114 dan 1154 M, kota-kota muslim penting, Cordova, Almeria, dan Granada, jatuh ke bawah kekuasaannya. Untuk jangka beberapa dekade, dinasti ini mengalami banyak kemajuan. Kekuatan-kekuatan Kristen dapat dipukul mundur. Akan tetapi tidak lama setelah itu, Muwahhidun mengalami keambrukan.

Pada tahun 1212 M, tentara Kristen memperoleh kemenangan besar di Las Navas de Tolesa. Kekalahan-kekalahan yang dialami Muwahhidun menyebabkan penguasanya memilih untuk meninggalkan Spanyol dan kembali ke Afrika Utara tahun 1235 M. Keadaan Spanyol kembali runyam, berada di bawah penguasa-penguasa kecil. Dalam kondisi demikian, umat Islam tidak mampu bertahan dari serangan-serangan Kristen yang semakin besar. Yang pertama hancur adalah Toledo yang jatuh pada tahun 1085 di mana Raja Al Qadir Adzdzunnuniyah menyerah kepada Raja Leon Alfonso VII. Kemudian Mustansir al-Mudiayah menyerah kepada Ramire II dari Aragon. Kerajaan Cordova yang terbesar di Andalusia jatuh pada tahun 1236 dan Kerajaan kedua terbesar Sevilla luluh-lantak dan takluk pada tahun 1248.

Masjid Cordova

Keruntuhan Cordova tidak saja diratapi oleh Umat Islam, tetapi juga seorang penulis Kriten Stanley Lane Poole dalam bukunya “The Mohammadan Dynasties” mengakui betapa mundurnya peradaban Andalusia setelah runtuhnya kerajaan Islam Cordova. Pengakuan dunia Kristen terhadap peradaban Islam Cordova dapat dibuktikan dengan permintaan Inggris agar pemuda pemuda Inggris dapat menuntut ilmu di Universitas Cordova. Surat Raja Inggris itu diterima oleh Sultan Hisyam III yang berbunyi antara lain,

“Kami telah mendengar kemajuan Ilmu dan industri di Negara Paduka Yang Mulia. Karenanya kami bermaksud mengirim putera-puteri terbaik kami untuk menimba ilmu di Negara Paduka Yang Mulia agar ilmu pengetahuan tersebar ke negeri kami yang dikelilingi kebodohan dari empat penjuru. (Wajah Dunia Islam oleh Dr Muhammad Sayid al-Wakil).

V. Periode Keraajaan Granada
Sisa-sisa umat Islam di Andalusia itu masih dapat bertahan dan bangun kembali di Granada, di bawah dinasti Bani Ahmar (1232-1492). Peradaban kembali mengalami kemajuan seperti di zaman Abdurrahman an-Nasir. Akan tetapi, secara politik, dinasti ini hanya berkuasa di wilayah yang kecil. Universitas Granada dan Istana Al Hambra yang termasyhur itu pun dibangun walau di tengah ancaman tentara musuh.

Sisa wilayah Islam tahun 1300 M

Istana Al-Hambra

Kekuasaan Islam yang merupakan pertahanan terakhir di Spanyol ini berakhir karena perselisihan orang-orang istana dalam memperebutkan kekuasaan. Abu Abdullah Muhammad merasa tidak senang kepada ayahnya karena menunjuk anaknya yang lain sebagai penggantinya menjadi raja. Dia memberontak dan berusaha merampas kekuasaan. Dalam pemberontakan itu, ayahnya terbunuh dan digantikan oleh Muhammad ibn Sa’ad. Abu Abdullah kemudian meminta bantuan kepada Ferdenand dan Isabella untuk menjatuhkannya. Dua penguasa Kristen ini dapat mengalahkan penguasa yang sah dan Abu Abdullah naik tahta. Tentu saja, Ferdenand dan Isabella yang mempersatukan dua kerajaan besar Kristen melalui perkawinan itu tidak cukup merasa puas. Keduanya ingin merebut kekuasaan terakhir umat Islam di Spanyol. Abu Muhammad Abdullah IX tidak kuasa menahan serangan-serangan orang Kristen tersebut dan pada akhirnya mengaku kalah. Akhirnya keemasan Granda Kerajaan Islam terakhir di Andalusia setelah ratusan tahun memencarkan sinarnya ke seluruh penjuru Eropa hilang dan sirna. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Islam di Spanyol tahun 1492 M.

Umat Islam setelah itu dihadapkan kepada dua pilihan, masuk Kristen atau pergi meninggal Spanyol. Umat Islam pun terusir dengan pedihnya dari bumi Andalusia. Hanya yang mau meninggalkan Islam (murtad) yang boleh tinggal. Yang tetap beriman kepada Allah bersama Raja Abu Muhammad di persilahkan naik ke kapal dan berlayar menuju Afrika Utara menyeberangi Selat Gibraltar. Kalau dulu Tariq menyeberanginya dengan kepala tegak penuh semangat dan optimisme, namun Abu Muhammad berlayar dengan sedih dan menundukkan kepala dengan penuh keaiban. Tanggal 2 Januari 1492 itu tercatat sebagai pemurtadan besar-besaran yang pernah terjadi dalam sejarah. Baik Cordova maupun Granada hancur lebur bersama kitab-kitabnya berikut peradabannya. Pada tahun 1609 M, boleh dikatakan tidak ada lagi umat Islam di daerah ini.

Mengenai jatuhnya Granada yang merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan ini, ilmuwan sekelas Emmanuel Deutch berkomentar,

“Semua ini memberi kesempatan bagi kami (bangsa Barat) untuk mencapai kebangkitan (renaissance) dalam ilmu pengetahuan modern. Oleh karena itu, sewajarnyalah jika kami selalu mencucurkan airmata manakala kami teringat saat-saat terakhir jatuhnya Granada.” (M. Hashem, Kekaguman Dunia Terhadap Islam, hlm. 100)

Perkembangan Iptek (masih ngopi utuh2 dari artikelnya islamuda.com :D)

Membicarakan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Spanyol, tak bisa lepas dari kerja besar pembangunan peradaban yang dilakukan para pembawa risalah Islam ke kawasan Eropa itu. Tak bisa juga dipisahkan dari kajian etika serta syari’at Islam yang didakwahkan para da’i. Itulah yang mendorong semangat para ilmuwan Muslim Spanyol: Pengetahuan itu satu karena dunia juga satu, dunia satu karena Allah juga satu. Prinsip “tauhid” semacam ini yang menjadi koridor berpikir para ilmuwan muslim dalam mengembangkan sains dan teknologi.

Tak mengherankan jika temuan-temuan para ilmuwan muslim pada zaman ini sangat revolusioner. Jauh sebelum Wilbur Wright dan Oliver Wright menemukan pesawat terbang pada abad 20, usaha menemukan alat transportasi penerbangan sudah dilakukan oleh Abu Abbas Al-Fernass. Bahkan ia sudah mencoba terbang, meski kendaraan yang ditemukannya tak sempurna. Sayangnya, sejarah peradaban dunia Islam yang berbasis di Andalusi, Spanyol itu, tak terekam oleh Barat. Sementara catatan-catatan sejarah Islam, ditutup rapat untuk tak dijadikan referensi.

Toh sejarah tak bisa berdusta. Demikian halnya dalam pengembangan ilmu kedokteran oleh para pakar muslim. Selain Ibnu Rusyd, adalah Az-Zahrawi yang dikenal sebagai orang pertama yang memperkenalkan teknik pembedahan manusia. Az-Zahrawi yang lahir dekat Cordova pada 936 Masehi, dikenal sebagai penyusun ensiklopedi pembedahan yang karya ilmiahnya itu dijadikan referensi dasar bedah kedokteran selama ratusan tahun. Sejumlah universitas, termasuk yang ada di Barat, menjadikannya sebagai acuan.

Demikian halnya kontribusi ilmuwan Islam di bidang astronomi. Adalah Az-Zarqalli, astronom muslim kelahiran Cordova yang pertama kali memperkenalkan astrolabe. Yaitu suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur jarak sebuah bintang dari horison bumi. Penemuan ini menjadi revolusioner karena sangat membantu navigasi laut. Dengan demikian, transportasi pelayaran berkembang pesat selepas penemuan astrolabe. Sementara pakar geografi, Al-Idrisi, yang lahir di Ceuta pada 1099 Masehi, setelah menuntut ilmu di Cordova juga menemukan dan memperkenalkan teknik pemetaan dengan metode proyeksi. Suatu metode yang sama dengan yang dikembangkan Mercator, empat abad kemudian.

Eropa Berhutang Budi Temuan sains dan teknologi, serta kajian filsafat Muslim Spanyol, mengalir ke seluruh kawasan ibarat mengairi kekeringan kehidupan intelektual Eropa. Para pelajar dari Eropa Barat memenuhi perpustakaan-perpustakaan serta kampus-kampus perguruan tinggi yang dibangun oleh ilmuwan muslim di sana. Pola pendidikan yang dikembangkan para ilmuwan muslim di sana, sungguh memikat para pelajar dari Eropa. Dalam kitabnya yang berjudul Muqaddimah, ulama Muslim terkemuka Ibnu Khaldun menilai metode pendidikan yang dikembangkan saat itu sebagai “Mengarahkan seseorang untuk mengerti sesuatu melalui apa yang dikerjakannya”. Secara sederhana Ibnu Khaldun menyebutnya sebagai “Metode belajar dengan hati” atau “Learning by doing” dalam bahasa kita sekarang.

Kondisi inilah yang mencerahkan paradigma berpikir orang-orang Eropa. Menurut Montgomery, cukup beralasan jika kita menyatakan bahwa peradaban Eropa tidak dibangun oleh proses regenerasi mereka sendiri. Tanpa dukungan peradaban Islam yang menjadi “dinamo”nya, Barat bukanlah apa-apa. Inilah yang sesungguhnya menjadi momentum Eropa memasuki masa Renaissance. Pada abad sembilan, demikian Montgomery, Universitas Cordoba menjadi gerbang Eropa memasuki zaman pencerahan. Sayangnya orang-orang Eropa merasa pencerahan mereka berawal pada abad enam belas dari Florence di Italy.

Yaitu pada saat pemimpin Eropa bersepakat ‘meninggalkan’ agama dalam segala aspek kehidupan dan mengembangkan apa yang disebut sekularisme. Akibatnya, keagungan peraaban Islam yang dibangun di Spanyol berakhir dengan tragis. Yaitu pada saat penguasa di sana menghancurkan semua karya pemikiran para ilmuwan muslim. Tidak hanya karya-karyanya yang dimusnahkan, para ilmuwannya pun disingkirkan. Ibnu Massarah diasingkan, Ibnu Hazm diusir dari tempat tinggalnya di Majorca, kitab-kitab karya Imam Ghazali dibakar, ribuan buku dan naskah koleksi perpustakaan umum al Ahkam II dihanyutkan ke sungai. Ibnu Tufail, Ibnu Rushdy disingkirkan. Nasib yang sama, juga dialami Ibnu Arabi.

Akhirnya, kebijakan bumi hangus tersebut telah menyebabkan kesulitan merekonstruksi perjalanan sejarah Islam di Sevila, Cordoba, dan Andalusia sebagai bukti keagungan peradaban Islam di Spanyol tidak bias dipungkiri, meski kemudian sirna dihancurkan dalam Perang Salib.

Referensi tulisan ini diambil dari beberapa sumber di internet:
-http://www.cybermq.com/index.php?pustaka/detail/10/1/pustaka-159.html

-http://www.dudung.net/print-artikel/spanyol-mutiara-islam-yang-hilang.html

-http://www.gaulislam.com/jabal-thariq-gerbang-penyebaran-islam-ke-eropa

-http://alhijrah.cidensw.net/index.php?option=com_content&task=view&id=112&Itemid=1

-http://www.indomedia.com/sripo/2003/04/04/0404op1.htm

-http://en.wikipedia.org/wiki/Timeline_of_the_Muslim_presence_in_the_Iberian_peninsula

-http://www.islamuda.com/?id=232&imud=rubrik&kategori=5&menu=baca

- http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Andalus

-http://en.wikipedia.org/wiki/Caliph_of_Córdoba

Tulisan ini masih belum selesai disusun sih tapi sudah setengah jadi ya saya terbitkan dulu saja, jika kira2 ada kesalahan dalam tulisan ini silakan dikoreksi. Kebenaran datangnya dari Allah, sedangkan kesalahan datangnya dari syaitan dan kehilafan saya.

Update: Sebuah tulisan dari buku “Sorotan Total Ulama Salaf: Koreksi Terhadap Hadits-hadits, Filosof, Sastrawan, Kisah, dan Kitab-kitab Populer” yang ditulis oleh Abdul Aziz bin Muhammad as-Sadhan yang mengomentari kisah heroik “Thariq bin Ziyad Membakar Perahu-perahu”, berikut saya lampirkan sebagai pembanding:

Sebagian ahli sejarah berpendapat batalnya riwayat yang menyebutkan, bahwa Thariq membakar perahu dan mereka beralasan dengan dalil-dalil berikut ini:

  • Sesungguhnya berita tentang pembakaran, tidak seorangpun yang menyebutkan baik dari tentaranya Thariq bin Ziyad atau orang yang hidup semasa dengannya, akan tetapi pernyataan ini dikatakan setelah meninggalnya Thariq bin Ziyad berabad-abad lamanya.
  • Thariq tidak mengatakan “sesungguhnya aku telah membakar perahu-perahu atau memerintahkan hal itu, akan tetapi sebagian mutaakhirin (generasi belakangan ini) memahami hal itu dari khutbahnya yang disampaikan yang berbunyi

    “wahai sekalian manusia dimana tempat kamu lari? lautan dibelakang kalian dan musuh di depan kalian”

    lalu mereka memahami dari perkataan ini, bahwa laut di belakang mereka dan tidak ada sarana untuk membawa mereka kepada musuh yang menyerang dari arah barat, ini adalah pemahaman yang keliru pada hakekatnya perahu-perahu itu bukan milik Thariq, bagaimana mungkin dia bertindak sekehendak hatinya.

  • Tidak seorang pun dari pemimpinnya menghukum Thariq (atas tindakannya), baik itu pemimpin umum Musa bin Nushair atau Khalifah al-Walid bin Abdul Malik
  • Apakah tidak mungkin bagi Thariq kalau dia menyuruh (membiarkan) perahu-perahu lalu mendatangi musuh dari arah barat lalu dia mampu meraih kemenangan sedang itu lebih utama daripada dia harus membakarnya dan merugikan muslimin
  • Apakah Thariq tidak mengharapkan bantuan? dan inilah yang terjadi, lalu dengan alat apa bantuan ini dapat diangkut? pada dasarnya bantuan ini dapat diangkut dengan perahu-perahu tersebut.
  • Dari mana Musa bin Nushair bisa membawa perahu-perahu yang mengangkutnya ke Andalus bersama sisa pasukannya ketika dia khawatir akan nasib muslimin yang masuk terlalu jauh ke dalam Andalus? sungguh proses pemindahan itu bersandarkan pada perahu itu sendiri.
  • Tidak mungkin bagi pemimpin yang berpandangan jauh seperti Thariq tidak memikirkan masa yang akan datang lalu membiarkan pasukannya yang kecil di negara Andalus yang sangat luas. Andalus di belakangnya Eropa, negara yang senantiasa ingin menikan dan dengki serta menunggu kesempatan untuk menerkamnya.
  • Dengan membakar perahu-perahu itu, bukan merupakan cara yang tepat untuk membangkitkan semangat pada diri kaum muslimin. Sungguh mereka telah mengetahui, bahwa tujuan jihad adalah salah satu dari dua kebaikan (yaitu mendapat kemenangan atau mati syahid).
  • Pembakaran perahu itu tidak banyak berguna tatkala hal ini menimbulkan efek samping negatif dalam jiwa muslimin.

Sesudah membawakan dalil-dalil ini, peneliti sampai pada sebuah kesimpulan yaitu “kalau begitu, Thariq tidak membakar perahu-perahu dan perahu-perahu tersebut masih tetap ada pada orang-orang muslim (pasukannya), dan bantuan ke Andalus dapat disalurkan melalui perahu-perahu tersebut dan pemimpin mereka bersama sisa pasukan dapat pergi ke Andalus dengan perahu tersebut juga.

Masalah pembakaran perahu-perahu adalah perkara yang dibuat-buat oleh sebagian mereka untuk memunculkan ruh pengorbanan dan keberanian dari Thariq. Mereka yang mensponsori berita ini adalah mereka yang mempunyai target-target kedepan dalam memotivasi umat Islam agar menyelisihi islam dan melakukan aksi tanpa perhitungan, dan melarang kaum muslimin dalam memakai peralatan-peralatan canggih dalam berperang dan kalaupun menggunakannya tanpa batas dan memusnahkannya. [Mafhumat Asasiyah fi at-Tarikh al-Islami ditulis oleh Mahmud Syakir, majalah al-Faishal no.163, at-Tarikh al-Andalusi oleh Dr. al-Haji, hal.62, lihat buku "Qishashu La Tatsbut" oleh Masyur Hasan, hal.95-109]

About these ads


66 Responses to “Menyusuri Jejak Islam di Andalusia”

  1. wew, panjang banget man postingannya. ga selese jadinya ngebacanya. hehe…
    man, add blog saya di blogroll kamu donk, http://www.gareng.net/
    nuhun ^^

  2. 2 kertaskuning

    wah…padahal sy juga mau buat artikel ini di blog saya. Eh udah keduluan…….

    Gpp deh…nanti sy buat yang lebih spesifiknya aja di satu bidang…tapi apa ya?

  3. Weleh-weleh niat bener… Tapi ini banyakan nulis sendirinya ato copy-pastenya.. ? hehehe :D Bagus sih… Cuma menurutku rada kepanjangan jadi bikin males n rada ngantuk bacanya (apa karena bacanya hampir tengah malam ya…).

  4. @Enggar
    save dulu aja gar, ntar baca di rumah :D
    wew, ganti lagi nih blognya gar? saya add lah.. enggar gitu.

    @kertaskuning
    gpp2, masih banyak sekali bidang yang belum ditulis di artikel ini…

    @Panjul
    iya nih, awa emang rada perfeksionis 8)
    isi artikelnya saya dapet dari situs2 yg disebutin di atas, terus disusun sedemikian rupa..

  5. eksis banget ni
    kunjungi blog aku ya
    muhammad-reza.blogspot.com

  6. Mantap cuy…seneng gw bacanya. Tolong dilanjutkan dan kalau bisa membahas para ilmuwan Islam dan sejarah2x yg lainnya.

  7. 7 taufik

    mana bacaan tentang dinasti muwahiddun yang lengkapnya???

  8. 8 haris anwar

    mantap

  9. @muhammad reza
    ok

    @abijay
    Alhamdulillah, seneng awa dengernya..

    @taufik
    gak dapet versi lengkapnya, mungkin bisa dicari di referensi2 lain?

    @haris anwar
    sipp

  10. 10 bee

    tengkyu tengkyu….

  11. @bee
    okey, no problemo ;)

  12. 12 @mie

    membantu banget buat tugas kuliahQ

  13. 13 hera

    wah…..
    thaq ya….
    berkat info dr qm, aq jd mudah bikin makalahnya

  14. @mie&hera
    siip, masuk daftar pustaka gak hehe :D

  15. SUWUN MAKALAH E. TAK COPY YAH

  16. @Muiz
    bukan masalah, soalnya ini bukan makalah…
    just an another article aja ;)

  17. menurut q jgn di tlis smua hee….alnya ribet bangt bacnya

  18. 18 kickot

    assalamualaikum..wr.wb
    bagus bacaanya,,tapi terlampau panjang..jd bacaanya g selesai2..kpn nie bwt crita yang baru lagi?klo bisa topiknya lebih menarik lagi ya..biar semangat bacanya hehe..oy makasih

    rakkanteki Akari

  19. @aziz_pai
    yg santai aja bacanya ;)

    @kickot
    waalaikumsalam
    sip2, insya Allah, tunggu aja tanggal mainnya ;)

  20. 20 ahmad

    wah sangar
    jd pengen nanyak ttg islam di spanyol..
    mas tau el-cid?
    thx y..wassalamualaykum

  21. 21 lihay

    manfaat banget neh u pnya situs, I minta untk tambhan materi y;)thx a lot

  22. 22 mam_za

    wah klo tau ada yang mndkt lengkap kayak gn mndng kmrn ngmbl dr sn jg ja dweh pi ane br tau karang….jd ….kpn2 ja dweeeeh!!!!!!

  23. @ahmad
    wew, sangar dimananya kang?
    sy gk tw el-cid.. siapa kang? mgkn bisa diceritakan?
    wa’alaiykumsalam

    @lihay
    Alhamdulillah moga bermanfaat

    @mam_za
    mumet jg bc tlisan yg disingkat2 @__@
    lain kali lebih diperjelas bahasanya ya!

  24. 24 tazkia tunnafs

    aslm……

    khaifa haluk y akhy2 w uhty2????????????

    oya da mtri yg laen tentang prdbn islam ngk????????

    syukr0n?????????

  25. 25 wahyu

    meni sae nya………………………….hatur nuhun, abdi ngaraos kabantos yeuh

  26. 26 abdul

    hhmm,,

  27. 27 fadly

    semoga antum dapat imu manfaat

  28. 28 hatisa

    Nice article. Brings a lot of benefits to me in order to do my research for my assignment. thnx a lot

  29. 29 Andrian

    thank’s ya atas informasinya, membantu bgt buat tugas q di SMA

  30. @tazkia tunnafs
    wa’alaykumsalam, ana bi khair alhamdulillah..
    sampai komen ini ditulis, belum ada.. :D
    afwan

    @wahyu
    alhamdulillah… ngiring bingah (?)
    sawangsulna

    @abdul
    ya..ya betul

    @fadly
    amiin, jzklh

    @hatisa
    no problemo senorita..

    @Andrian
    eapdth, s4Ma”

  31. 31 abulabbas

    mas iki kesempatan sing buuuuuuuuuagus ,nek moco aja keburu buru ben paham .

  32. 32 Prasetio

    Kenapa umat islam suka sekali menyerang agama lain, terutama Kristen?
    Kenapa banyak sekali gereja / tempat ibadah non islam di indonesia yang dibakar/dirusak / dihancurkan oleh umat islam di indonesia?
    kenapa non muslim mau mendirikan tempat ibadah di indonesia sulitnya bukan main? yang ada pun banyak dihancurkan orang islam….!
    Ada berapa banyak kata kekerasan (“bunuh”, “pancung”, “hukum mati” dll) di dalam al-Quran?
    Ingatkah anda akan sejarah awal islam dimana penyebarannya dengan cara perang?
    bagaimana kehidupan umat kristen di dunia arab sekarang? kenapa mereka ditindas?
    anda tahu bagaimana kehidupan beragama orang-orang kristen di suriah, mesir, tunisia, yordania sekarang ini? padahal mereka ada sebelum masuknya islam!
    mereka dianiaya, ditekan, dan kalau mungkin dilenyapkan atau di-islam-kan….
    mengerikan sekali islam itu……
    itupun masih berani-beraninya bilang islam itu agama penuh kasih…..

  33. @abulabbas
    saya ora mudeng bahasa jawa :|

    @Prasetio
    ahh ni lah kan one-side opinion hmm.. coba qt baca-baca sejarah lagi biar bisa memandang lebih objektif dengan perspektif yang lebih luas..

  34. 34 maulana malik ibrahim

    subhanallah…
    mw kh anda berbaik hti untuk mengirimkan informasi tntang andalusia ini k e-mail saya…

    insya Allah akan sangat bermanfaat…

  35. @maulana malik ibrahim
    Artikel di atas merupakan kumpulan informasi tentang andalusia yang saya miliki, silakan save halaman ini: Ctrl+S

  36. 36 hakiim

    alhamdlah…trase smagat jihad ckit2..hehehe(><)

  37. 37 nashrul

    ikut copy paste bang..sukron

  38. 38 say_cool Riau aje

    kerenzzzzzz….makasih akhirnya tugas kul q selese…

  39. makasih bgt atas artikelnya…!
    btw gw ada tugas kuliah mengenai keindahan pidato Thariq bin Ziyad
    bisa gak kita sharing….

  40. 40 aripmuttaqien

    good

  41. 41 salman

    than’k ya q krg jd lbh byk pengetahuan dlm sjrah islam di adalus,,thank bgt deh for u

  42. 42 Alba

    Terima kasih ustadz…Tulisannya subhanallah….

    Sejarah andalusia sangat mengagumkan.. karena banyak hal luar biasa yang terjadi dan pertoolongan Allah bagi kaun muslimin yang selalu menemani mereka…..
    Namun, karena ketidak senangan dan ketidak mampuan mereka mencerna kejadian luar biasa tersebut, maka mereka banyak melakukan distorsi seajarah, terkhusus sejarah islam di eropa… Agar sisi maknawiyat para mujahidin dan Peran Allah tidak terlihat dan hilang dari ingatan manusia yang membaca sejarah islam..
    Pada kisah pembakaran kapal oleh thariq, referensi arab mengatakan kisah itu dibuat orientalis karena
    1. Barat tidak bisa menerima secara akal kekalahan mereka dalam perang yang dilakukan kaum muslimin dibawah piummpinan Thariq dengan jumlah 7.000 melawan 100.000. Maka mereka membuat cerita ini..
    2. Tidak mungkin Thariq melakukan hal tersebut karena apabila dia ingin membakar kapal2tsb maka ia harus minta izin dahulu dari khalifah, atau Musa bin Nusahir (selaku gubernur Afrika ketika itu), dan itu tak terjadi, walaupun dia mau minta izin, dia pasti membtuhkan waktu menunggu jawaban karena jarak yang cukup jauh antara dia dan khalifah. Bertindak hal besar spt pembakaran kapal adalah hal besar yang khalifah harus tahu dan harus ada izin darinya. karena Thariq adalah komandan perang yang memiliki atasan yaitu khalifah.
    3. di dalam kisah disebutkan bagaimana Thariq berpikir keras mencari cara untuk sampai ke andalusia, akhirnya dia berniat untuk mempersiapkan kapal.. Namun ditengah persiapan yg minim dan belum selesai, datanglah undangan dari juliana, meminta bantuan dari Thariq dengan menyediakan kapal untk pasukan Thariq…
    Ketka kapal sudah ada, maka membakarnya adalah hal yang secara syariat dialarang karena menyia-nyiakan harta, dan bisa memberi ancaman bagi pasukan kaum muslimin yg jumlahnya sedikit. Karena perng butuh persiapan dan perkiraan, maka tidak pantas panglima perang melakukan hal tersebut… lebih baik dimanfaatkan…
    banyak alasan lain yang disebutkan oleh Dr. Ragehb dalam Muhadaharahnya (presentasi) dan wawancaranya di TV An-Nas ataupun Al-Majdi n dll..Wallahu A’lam
    dan banyak distorsi lainnya dalam kisah Andalusia….
    Memang kisah pembakaran ini kita pelajari di SKI (Sejarah kebudayaan islam) ktka di bangku SMA, namun SKI di indo banyak distorsinya…

    Kita semua bisa lihat islamstory.com oleh Dr. Rageb el-serjany.. disana ada MP3 yang membahas kisah ini dengan judul”Andalus: Minal bidayah ilan Nihayah (Dari permulaan hingga akhir)” sebanyak 12 atau 14 kaset.. Silakan di download…
    Semoga bermanfaat nih Commentnya tuk kita semua…^_^
    Wassalam

  43. @hakim
    alhamdulillah mski ckit2 ;)..

    @nashrul
    monggo wae..

    @say_cool Riau aje & @hibban
    Lho, sama2 tugas kuliah, ni berdua sekelas ya? :))..

    @aripmuttaqien
    better

    @salman
    sama2 om salman, thank 4u too,,

    @Alba
    weh… saya bukan ustadz, nyusun artikel ini cuman ngerangkum dari beberapa sumber (yang saya tulis di paragraf ‘referensi’) :P.. Terima kasih atas informasinya saudara, tapi situsnya bahasa arab (yang saya gak ngerti).. Btw, saya pun menemukan (berdasarkan pencarian yg tidak mendalam) koreksi sejarah yang serupa tentang ‘kisah Thariq membakar kapal’ di salah satu bab di buku “Sorotan Total Ulama Salaf: Koreksi Terhadap Hadits-hadits, Filosof, Sastrawan, Kisah, dan Kitab-kitab Populer” tulisan Abdul Aziz bin Muhammad as-Sadhan (bentuknya ebook, bisa diunduh disini). Mungkin akan saya tuliskan update ini di bagian footnote artikel ini, supaya bisa jadi pembanding dengan kisah versi heroik yang selama ini beredar..
    Sekali lagi, Jazakallah infonya..

  44. Saya menyukai sekali artikel ini walaupun hanya membaca secara general. Ini patut komunitas islam ketahui. Peradaban islam di spanyol pada masa kejayaan islam.

  45. 45 HJ NUR

    ass terima ksh pk ust , sy sangat senang dengan sejarah, mengingatkan kembali kepada masa kuliah, paling senang sejarah islam eropa. sudah sy print

  46. 46 jundullah

    wacana berkaitan pekembangan islam begini sememangnya memberi manfaat kepada masyarakat islam kini,kerana bahan2 bacaan masyarakat islam khususnya kini lebeh berbentuk hiburan melalaikan semata-mata,jauh sekali untuk ilmu pengetahuan seperti komik, novel,dan sbgnya….harap-harap akan zahir banyak lagi penulisan bseumpama ini….

  47. Semoga kejayaan dan kemajuan islam di Spanyol juga menular atau bisa komunitas Indonesia, orang-orang Indonesia ilhami. Memahani hikmah dari kejayaan dan runtuhnya kerajaan islam di Spanyol.

  48. 48 Budinurdiansyah

    Pidato Thariq bin ziyad in disebutkan pula di buku Think and grow rich, karangan Napoleon Hill, di Bab Thought are thing atau Pemikiran adalah benda. Tapi disitu Hill menyebutkan Thariq membakar perahu-perahu yang telah mereka tumpangi. (Thought are thing, The man who burn_ the bridge).
    Visit my web log too, in :

    http://Budinurdiansyah.wordpress.com

    http://Budinurdiansyah.blogspot.com

    http://Budinurdiansyah.multiply.com

  49. menanggapi komentar sdr prasetyo berkesan emosional, sebenarnya tidak perlu;karena qta juga harus blajar lebih banyak ttg kisah andalusia dengan bijak.
    sehingga jangan sampai terjadi gesekan antar umat..ingat setiap kehidupan beragama dan berbangsa dinegara manapun punya sejarah kelam..di Asia,Eropa,Amerika dll……okebos….

  50. 50 Kania

    Subhanallah…
    Syukran y,, aQ jd bisa merangkum bwt tugas SKI.. he”

  51. 51 Ogus Ogric

    wah ternyata agama kita banyak menyimpan sejarah yah
    subahanawlah robbihamdihii
    alhamdulillah sya dpatpngalaman Ya Allah

  52. jangan sampai aceh bernasib seperti spnyol, Na~uuzubillahi min zalik.

  53. 53 ery

    nice ,…bagus artikelnya,…..

  54. 54 Mabadiur Roziqin

    OK…!! Siip artikelnya bagus tuk merenungkan kejayaan Islam masa lalu…Maka sekarangbangkitlah wahai generasi muda Muslim di seluruh dunia… Buktikan bahwa kamu semua produktif dan mampu berkarya…

  55. 55 dung

    nuhun

  56. 56 faisal

    Artikel sejarahnya cukup menarik,tapi ada sedikit komentar dan hibawan untuk Prasetio.sebaiknya saudara tidak mengada ngada, mungkin dalam pikiran anda islam agama yang radikal dan pendukung teror.masPrasetio di kampung kami 99% muslim orang kristen tidak lebih dari 100 orang mereka punya 3 unit gereja mereka menjalankan syariatagamanya tidak pernah ada yang mengganggu,tidak pernah ada satupun gereja yang dirusak dari dulu sampai hari ini ,semua orang non muslim pendatang ,mereka tidak pernah di musuhi bahkan kamipun berteman dengan mereka. yang jadi pertanyan saya anda meliha hal yang tidak manusiawi itu dimana? seprtinya anda menyemai benih kebencian terhadap oranmg muslim dan sekiranya pengikut agama anda sudah banyak pengikutnya anda mau menyerangnya seperti orang muslim di spanyol 700 tahun yang lalu. Mas dlam ajaran Isalm ada larangan yang sangat keras sekali ” Barang siapa yang membunuh orang non islan tapi hidup berdampingan dengan orang muslim berarti mereka telah membunuh saya (nabi Muhammad SAW) Apa Paulus Pernah Berkata seperti itu?Llihat Bosnia, baca sejarah 1April, baca sejarah Khalipah Umar Bin Khotob. Lain Kali baca sejarah islam Yang Lain , Yang saya tahu ada diantara orang kristen itu ada yang mendirikan tempat ibadah dilingkungan 100 % muslim , IMB nya untuk Vila setelah selesai di Jadikan Gereja dan Mengundang orang muslim yang bodoh dan Miskin untuk datang. Pasti Hal Ini Kalau Terjadi Kami akan tidak senang .

  57. semoga ALLAH slalu memberi rahmat kepada q-ta.amin

  58. trimakasih.. ini sangat membantu saya

  59. patut di banggakan pejuang2 islam kita yg dulu menguasai eropa dan mmbawa bangsa eropa keluar dari jaman kegelapannya dan mnuju alam yg penuh terang benderang yg sesuai dgn misi islam sbg rahmatan lil’alamin.

  60. 60 samsidar

    assalamualaikuum WR.WB
    terima kasih akhi buat tulisannya
    alhamdulillah membantu saya :)
    buat semua nya
    saya mau tanya
    ” ada yang tau gk tentang penakklukkan islam di andalusia dan peristiwa pembakaran perpustakaan di andalusia”
    kalau ada yang tahu artikel, / film yg berkaitan tngtng hal tersebut mohon informasinya ya
    terima kasih
    wassalam :)

  61. waw………….Anda dapat sedekah ilmu hanya dengan berpartisipasi dalam jaringan blog,,,, sungguh tulisan anda sangat bermanfaat :)

  62. 62 mahfudz

    Sangat bermanfaat… smg Allah SWT membalas dngan kebaikan yang lbh banyak…
    Mhn izin copas….شكرا كثيرا

  63. Syukron, Alhamdulillah Abu sangat suka

  64. ni adalah tulisan yang bermanfaat sekali, sebagian dari kita (umat islam ) tidak paham sejarah kebudayaan islam, mohon diteruskan ya…
    kalau anda sempat mampir di situs FAITHFREEDOM disitu ditulis tentang \”kejelekan Islam dan nabi muhammad saw\” dengan mencantumkan qur\’an dan hadist, walaupun logika yang dipakai cukup \”ngawur\” tapi komunitas ini sudah banyak \”menyesatkan umat islam\” —
    nah kang faisal kalau sempat atau tentang kajian yang ada di situs faithfreedom, lalu kita bahas di forum ini… soalnya saya pernah memberi comment penyangkalan, dihapus oleh adminnya.

  65. 65 greenlylay's

    wew, nihh makalah yang mw ku buat Karya tuliiss… dapat sedikit bahan niihh…
    makasiihh….


  1. 1 Menyusuri Jejak Islam di Andalusia (via {F4154LMAN}) « cruisethepages

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 186 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: