Kuliah KonTek (episode 1)

Saya (dan mungkin sebagian besar anak-anak elektro angkatan 2005) pada semester 2 kemarin menyenangi kuliah konsep teknologi –yang disingkat KonTek– terus terang saja mengasyikkan, saya pikir pola pembelajaran ini patut dicontoh sama dosen-dosen yang lain. Kami belajar bersama 4 dosen: pak Agus Purwadi, pak Budi Rahardjo, pak Mervin, dan pak Rio Seto (semuanya dari mikroelektronika, kecuali pak Agus Purwadi dari LPKEE).

Yang asyik dari kuliah KonTek ini adalah adanya kuliah bersama setiap bulan sekali di ruang 9231 multimedia GKU timur ITB, yang kadang diisi dengan materi atau cerita dari masing-masing dosen, atau kadang juga mengundang beberapa pemateri tamu dari pengusaha (kuliah ini memang mengambil tema entrepreneurship) alumni yang sukses. Nah, saat kuliah bersama itu saya jadi merasa seperti layaknya menghadiri sebuah seminar mungkin karena diikuti 210-an mahasiswa dan diisi oleh pembicara-pembicara kompeten dari dosen maupun dari pemateri tamu.

Tentang pemateri tamu, yang pertama kali diundang adalah Pak Buntoro. Sebelum kuliah dimulai kami tidak mengetahui siapakah dia? sampai kemudian pada pembukaan kuliah diperkenalkan oleh pak Rio Seto katanya beliau ini entrepreneur dg MAK-nya yang cerita tentang siklus ITIB (Ilmu pengetahuan-teknologi-industri-bisnis) dan tentang perusahaannya dulu yang namanya ‘MoDeKaRa’ yang diambil dari kata-kata: ‘modal dengkul kaya raya’ 😀 aneh-aneh aja… pak Buntoro ini bilang tadinya perusahaan MAK-nya mau jadi sponsornya sebuah klub di liga Inggris (ga tau nih bercanda atau serius ya? soalnya wajahnya lempeng aja) tapi ternyata jadi sponsornya arema(?) saya lupa alasannya kenapa. Ada satu pesannya buat para mahasiswa yang dibuat komiknya oleh pak Budi “Jangan pernah nulis lamaran kerja” lihat komiknya di situs Pak Budi. (budi.insan.co.id)

Terus pernah juga ngundang Pak Moko pemilik Tritech, beliau memberikan materi tentang entrepreneurship. Tau apa kepanjangan dari ITB? Kalau diplesetkan kepanjangannya: Institut Teknologi Buruh, karena kebanyakan lulusannya hanya jadi pekerja (kasarnya disebut buruh) di perusahaan orang. Padahal seharusnya ITB itu jadi Institut Teknologi Bos 😀 sepertinya pak Moko ini waktu mahasiswanya termasuk yang ‘nakal’ kemudian beliau jadi sukses karena jiwa entrepreneurshipnya. Pernah juga bicara tentang dirinya, katanya: “rumah saya cuman ‘sekian’ (saya lupa berapa) …”, hening sejenak, “…’sekian’ hektar :p” wah bagi-bagi dong pak!.

Kemudian pernah juga kuliah bersama ini diisi oleh Pak Yana, beliau ini kalau tidak salah direkturnya PT Quasar. Beliau menerangkan panjang lebar materi yang menarik tentang bisnis teknologi di Indonesia, karena saya pikir ini mungkin bermanfaat jadi saya coba tulis yang ada di catatan kuliah saya, ini dia…

Tantangan & kesempatan bisnis infokom di Indonesia yaitu:

Digital gap (kesenjangan) antara teknologi global dengan teknologi masyarakat

Kecepatan perkembangan teknologi global jauh lebih cepat

Nah, ini kesempatan besar bagi perusahaan lokal untuk mengisi gap ini.

Kemudian ada jebakan-jebakan dalam berinovasi di Indonesia, tentang apa yang sebenarnya tidak diperlukan dan apa yang dibutuhkan oleh konsumen di Indonesia yaitu:

bukan teknologi tapi manfaat

bukan hanya fungsi tapi desain

bukan paparan fitur tapi cerita aplikasi

bukan “serbaguna” tapi khusus

bukan logis tapi mudah dimengerti

bukan serius tapi menyenangkan.

Trik-trik Inovasi Quasar:

“tidak ada salahnya meminjam ide orang lain, jadikan upaya memonitor ide-ide baru yg menarik yg telah dipakai oleh orang lain dengan sukses menjadi suatu kebiasaan” ada beberapa inovasi yang bisa dilakukan yaitu

gantilah

kombinasikanlah

adaptasikan

besarkan atau kecilkan

gunakan untuk tujuan lain

hilangkan

balik atau ubahlah urutannya.

Kemudian beliau bercerita tentang Quasar, sayangnya saya tidak mencatat semua tapi hanya intinya saja seperti di atas. Tentang PT Quasar sendiri saya tahu waktu masih di SMA (3 Bandung) saya suka naik angkot Stasiun Hall-Gedebage kalau lewat jalan Palasari saya suka melihat gedungnya Quasar, logonya unik: bintang mirip huruf Q. Di sekolah juga ada akses internetnya sepertinya sih pakai Quasar (kalau ga salah) hmm… jadi ingat he..he.. 🙂 waktu SMA saya termasuk yang sering pakai internet soalnya waktu itu bebas makai labkomnya sih dan waktu kelas 2 karena di depan perpustakaan saya juga sering ke perpus disana juga ada akses internetnya, lumayan. ehm… sepertinya ceritanya jadi OOT (out of topic) nih, ya… sekadar cerita aja. Tentang PT Quasar ada webnya di www.quasar.co.id

Kembali ke topik semula, di kuliah KonTek saya sendiri kebagian kelas K-01 yang diajar pak Agus Purwadi. Beliau banyak menerangkan tentang materi kuliah konsep teknologi dan juga tentang kelistrikan (wajar 🙂 beliau ini memang dari subjur power). Dalam mengerjakan tugas kontek kami dibagi menjadi kelompok-kelompok dan saya masuk ke kelompok ‘panyesaan’ (mungkin karena saya dan yang sekelompok dengan tidak ikut pada saat pembagian kelompok). Namun ternyata kami kompak! Kami namakan kelompok kami dengan nama “5imple” dengan slogan: simple aja! Kami [yang terdiri dari Saya, Andika, Andre (Muh Andre Martin), Ardi (Tri Ardiyanto), Ario, Awaluddin, Ipul (Saifullah), M Iqbal, Luky, dan Syarif (Syarifudin)] mengerjakan tugas web kami di kost-annya trio 17 Makassar (Awal, Ipul, dan Syarif), menyenangkan. Kelompok yg lain ada yang namanya WiFizone, avatar of technology, kapur barus, dan ada juga yang pakai nama dari sebuah istilah di pewayangan tapi saya lupa 🙂 maaf. mungkin kapan-kapan saya coba buat dokumentasi web kelompok kami.

Tulisan ini bersambung… insyaAllah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s