17 / 140. R U 17 enough to enter this blog?


ada apa ini.. ada apa ini..

*riweuh gaya tora*

ada apa ya.. ada apa ya..

*clingak-clinguk*

angin apa gerangan, hari ini banyak yang nyariin saya 😕

apakah anda termasuk 17 dari 140 itu?

kereeen.jpg
apa sih yang kalian cari dari saya? 8)

-postinganisenggakpentinginiditulissamasiasistenbarubersamasipinguinyglucu:)-

Iklan

Mengubah Tampilan Windows Mirip Mac


Buat yang gak punya mekbuk, tapi ingin iseng-iseng buat tampilan windowsnya mirip mac seperti desktop saya :P. yang saya namakan xp+tiger+leopard fusion ini:

desktoplaptop.jpg

berikut ini beberapa link yang mungkin berguna… (hehe kasih link aja,,lagi males buat bikin artikelnya >_<)
http://www.aialex.com/2007/11/28/how-to-make-your-windows-desktop-look-and-feel-like-a-mac-desktop/
http://www.aqua-soft.org/board/index.php?s=bae387eb6eba57836d19e29ebf691a75
http://www.markraats.com/Apple_Emulation.htm
http://www.osx-e.com/
http://www.osx-e.com/forum/showthread.php?t=2112
http://www.osx-e.com/articles/emulation_manuals_-_chapter_1_the_appearances.html
http://anoos.deviantart.com/art/XP-Leopard-Tutorial-67207472

selamat menikmati 😀

Asisten Baru Saya


Alhamdulillah, sekarang saya punya asisten baru. Mudah-mudahan kehadirannya dapat membantu produktifitas saya, karena dia sudah bersedia menemani saya kemanapun. Saya jadi bisa lebih sering online sekalian ngapdet blog yang sampai saat ini masih diupdate berkalanya seminggu sekali hehe… kalau ada yang ingin tahu seperti apa si dia –asisten saya– ini, berikut ini fotokopi KTP speknya:

– 12.1” Wide XGA TFT
– Core 2 Duo T5250 (1.5 Ghz, 2 MB L2 Cache, 667 Mhz FSB)
– 2GB DDR2 Visipro (spec yang aslinya 1GB)
– 120 GB HDD Seagate 5400 RPM
– VGA 256 MB shared (128 default) chipset SiS
– DVD±RW
– Wireless IEEE 802.11 b/g
– Slot ExpressCard (PCMCIA), 3 x USB 2.0, VGA, RJ-45, RJ-11, FireWire, Audio, Card Reader
– 1.3 MPixel WebCam
– diantara bermacam-macam warna: hijau, kuning, pink, hitam, putih, saya memilih yang silver
– berat 1.8 Kg (enteng loh 8) )
– Non-OS (eh, ada deh.. Linux Mandriva)
– bonus LCD protector sama tas leptop (mouse optiknya ku gak dikasih, katanya sih kehabisan 😐 )
– garansi 2 tahun, kecuali LCD/batere 1 tahun

oh iya, saya belum kenalkan namanya, jadi dia ini dilahirkan dengan nama Axioo TVS-5122, ini beli di BEC, harga asalnya sih 6,35 juta.. hanya berhubung saya ingin nambah RAM-nya jadi 2GB, harganya jadi 6,6 juta. untuk ukuran segini, mungkin laptop ini termasuk yang best value dan best buy. Alhamdulillah..

Kekurangannya notebook ini cepet panas, baterenya gak tahan lama, dan… tidak linux friendly >_< argh.. dimana nyari drivernya buat linux lain 😈

Anyway, meski gak kesampaian beli MacBook (secara kalau beli tabungan bakal tak bersisa) hoHohO,, tapi look n feel Windowsnya rasa Mac loh, lihat ini desktop Windowsnya.. 8)

desktoplaptop.jpg

kelihatan windows dari explorernya.. susah nyari finder yang bagus.. 😛

Kuliah Security: Cari No HP Chincha Lawwra


Di kampus, pengubahan rencana studi dilakukan kira-kira sebulanan setelah pendaftaran ulang. Saya mengambil kuliah Sistem Keamanan Informasi (EC5010) yang dosennya Pak Budi Rahardjo. Karena baru diambil setelah PRS, saya baru ikut kuliah selasa kemarin, beberapa pertemuan sebelumnya (kalau tidak salah 4 pertemuan kuliah) tidak saya ikuti, dan menurut teman yang sudah ikut sebelumnya sudah ada tugas kuliah.

Coba tebak apa tugasnya.. 😀 ternyata salah satu tugasnya adalah: “cari no hp cinta laura” 😯 (itu lho artis yg terkenal karena bahasa indonesianya kumur-kumur)…. Bingung nggak tuh? Continue reading “Kuliah Security: Cari No HP Chincha Lawwra”

Pengantar ‘Essential ActionScript 3.0’ Versi Cupu :)


Sekarang giliran baca e-booknya Colin Moock: “Essential ActionScript 3.0“, e-book ini didapatkan dengan mencari di internet tapi yg saya dapat ini bajakannya lho he he 😀. tebalnya lumayan: 900 halaman! Keren! (halah. padahal baru baca pengantarnya doang :P).

Paragraf pertama dari pengantarnya ‘kira2’ (ngasal soalnya :P) seperti ini :

“Pada asalnya, ActionScript dibuat hanya sebagai tool untuk mengontrol animasi, namun sejak itu hingga kini ia telah menjelma menjadi sebuah bahasa pemrograman yang powerful dalam hal pembuatan konten dan aplikasi web, mobile devices, aplikasi desktop, dll. Namun penggunaannya akan berbeda untuk setiap programmer atau desainer. Misalnya bagi seorang animator, dia hanya memerlukan beberapa baris kode saja untuk mengontrol animasi yang dibuatnya. Berbeda halnya dengan interface designer yang mungkin membutuhkan ratusan baris kode untuk merancang interaktifitas pada antarmuka sebuah mobile devices apps. Atau bahkan halnya application developer yang mungkin menggunakan ribuan baris kode untuk membuat sebuah set aplikasi e-mail.”

Lebih jelasnya, ActionScript merupakan bahasa pemrograman berorientasi objek (OOP) yang spesifikasi bahasanya berbasis ECMAScript dan ditujukan untuk berjalan di atas sebuah runtime environment (seperti Flash Player, Adobe AIR, atau Flash Lite). Mirip seperti prinsipnya Java, Flash pada dasarnya berjalan diatas sebuah AVM (ActionScript Virtual Machine). Dan sejak keluarnya ActionScript 3, Flash Player sudah menggunakan AVM versi 2 yang benar-benar berbeda dengan peningkatan performa yang signifikan dan model pemrograman baru, namun tetap mendukung ActionScript versi sebelumnya. cmiiw

Pemakaian aplikasi ActionScript bisa dalam 3 client runtime environment yang berbeda:

1. Flash Player
Flash Player menjalankan konten dan aplikasi Flash-platform yang biasanya ditujukan dalam pembuatan web (dengan format file SWF). Flash Player biasanya terinstall sebagai addon di web browser, namun bisa juga berjalan dengan mode standalone.

2. Flash Lite
Flash Lite menjalankan konten dan aplikasi Flash-platform pada mobile device. Secara sebagai aplikasi pada device kecil tentu kemampuannya terbatas jika dibandingkan penggunaan di lingkungan PC baik dalam hal kecepatan maupun fiturnya.

3. Adobe AIR
Adobe AIR menjalankan aplikasi Flash-platform pada desktop. Adobe AIR merupakan tools yang membawa aplikasi web ke ranah desktop, sehingga dengan kemampuan HTML dengan JavaScript atau Flash sekalipun, kita dapat membuat aplikasi desktop biasa 😀 Hanya syaratnya Adobe AIR harus diinstall dulu di sistem operasi user (mungkin seperti Java Runtime Environment ya? eh iya nggak sih :P).

Terakhir, sejarahnya ActionScript (kalau yang ini ngambil dari wiki):

ActionScript 1.0 rilis pertama kali pada Flash 5 yang merupakan pengembangan ‘Action’ di Flash 4, dan masih digunakan hingga Flash MX (Flash 6)

ActionScript 2.0 kemudian dirilis pada Flash MX 2004 (Flash 7), Flash 8, sampai Flash CS3 (Flash 9). Sebagai generasi penerus ActionScript 1.0 dengan kelebihannya dari kemampuan compile time checking, strict-typing pada variabel, class-based syntax (yang sebelumnya prototype based), dll.

ActionScript 3.0 akhirnya digunakan pada Flash CS3 (Flash 9), Flex 2, Flex 3. ActionScript versi 3.0 ini berupa sebuah restrukturisasi fundamental dari model pemrograman sebelumnya. Penggunaannya yang luas terutama dalam pengembangan RIA (Rich Internet Application) dengan hadirnya Flex yang menawarkan hal serupa seperti AJAX, JavaFX, dan Microsoft Silverlight.

Secara pribadi, sebenarnya masih sangat betah dengan ActionScript 2.0 karena biasanya saya hanya membuat sesuatu yang sederhana seperti animasi, game sederhana, aplikasi sederhana, media interaktif, atau presentasi. Bagi orang non-programmer pun mungkin akan berpikiran sama dengan saya… misalnya lebih menyukai sisi desain daripada membuat skrip yang kompleks seperti di ActionScript 3. Namun, bagi application developer ataupun web developer, mempelajari ActionScript 3.0 mungkin akan menjadi sesuatu yang perlu karena penggunaannya yang lebih luas. yah, it’s up to you lah…

Loh, mana penjelasan tentang ActionScript 3.0 nya? hmm.. mungkin ada yang bisa nunjukin contoh skrip AS2 yang dibandingkan AS3 supaya bisa dilihat beda gaya pemrogramannya? (masih cupu nih, wajar kan namanya juga baru baca pengantarnya he he :mrgreen: )

ASNative, Fitur ActionScript Tersembunyi


Baru tahu ada yang seperti ini setelah baca e-book ‘Flash hacks‘-nya Sham Bhangal. Jadi ASNative ini sebuah shortcut yang merefer ke salah satu fungsi dalam Flash. Bisa diibaratkan begini, semua fungsi Flash dipetakan dalam sebuah tabel, dan kita bisa mengakses salah satu fungsi dalam tabel tersebut (misal akses fungsi pada baris sekian kolom sekian) dengan menggunakan ASNative(). Bentuk umumnya adalah ASNative(i,j) dengan i dan j merupakan indeks baris dan kolom pada tabel kita tersebut..

Menariknya, ASNative dalam Flash sebenarnya merupakan fitur “undocumented“, yang berarti tidak terdapat dalam dokumentasi resmi sehingga bisa dianggap ‘rahasia dapur’ he he.. 😀 ada beberapa fungsi yang tersembunyi bisa diakses dengannya, misalnya fungsi deteksi klik kanan. Para Flasher pun tidak menemukannya dari manual Flash, melainkan dari menghack atau mereverse engineering Flashnya untuk menggali misteri ini… yah kira2 begitulah bagaimana mereka mendapatkannya ^_^

Lalu mengapa tidak didokumentasikan secara resmi di Flash? ada yang mengatakan bahwa kemungkinan banyak hal yang tertinggal dari test di lab-nya Macromedia sebelum Flash keluar dan mungkin tidak dimaksudkan untuk digunakan dikarenakan kemungkinan2 yang akan terjadi, misal karena ketidakstabilan, tidak berfungsi sebagaimana mestinya, dan… ntahlah -__-

Namun karena ASNative tidak resmi, penggunaan ini tentu ada resikonya. ASNative ini sesuatu yang “unsupported“, yang berarti pula dalam pengembangan Flash selanjutnya tidak ada jaminan penggunaan ASNative ini akan tetap disupport. <_<

Biar tidak penasaran, sekarang mari kita coba saja. Misal kita ambil fungsi trace(). Nah, ditemukan bahwa shortcut menuju fungsi trace() adalah ASNative dengan indeks (100,4). Mari kita coba assign ini ke variabel yang akan menjadi fungsi trace() bohongan kita.

tuliskan script berikut di panel Action:

trace("ini output dari fungsi trace() asli dari Flashnya");
traceBoongan = ASnative(100, 4);
traceBoongan("ini output dari fungsi trace() palsu dengan ASNative");

*CTRL+Enter*
sekarang lihat outputnya… O_O

trace.jpg

ho ho ho.. it works 8)

Fungsi lain yang hasilnya gampang kita lihat misalnya fungsi ASnative(5, 1)(), yang akan sama dengan fungsi Mouse.hide() 😉

Untuk list ASNative yang lengkapnya silakan lihat di http://osflash.org/flashcoders/undocumented/asnative atau di http://web.archive.org/web/20040603154723/chattyfig.figleaf.com/flashcoders-wiki/index.php?ASNative