Nginstall openSUSE Linux via Live USB Flashdisk


Lama tak bersua dengan keluarga ‘pinguin’, kali ini asistenku sedang bersama salah satu dari mereka, ‘si bunglon’. Anehnya, asistenku yang 2 tahun lalu biasanya rewel (kecuali saat hinggap di ‘jendela’ dan distro kaos cd bawaannya), namun kali ini ia nampak oke-oke saja. Padahal tahapan yang ia lewati relatif sama, hanya beda medium installnya saja dulu live CD sekarang live USB.

“Wah, keluarga pinguin makin keren aza”, pikirku.

Kronologis prosesi mengganti bangkai bingkai ‘jendela’ hingga ke jenjang adopsi ‘si bunglon’:

1. Download ISO Live CD-nya
unduh dimari: http://software.opensuse.org/ (saat tulisan ini ditulis, yang terbaru adalah versi 11.2)

2. Tuliskan ISO image ke medium (dalam hal ini USB Flashdisk)
jika dari windows, gunakan software ‘Image Writer for Windows’ https://launchpad.net/win32-image-writer untuk mengkopi image ISO sebelumnya tersebut ke dalam flashdisk. Panduan lengkap untuk buat Live USB stick bisa dilihat lebih lanjut di http://en.opensuse.org/Live_USB_stick

3. Setting BIOS untuk boot via USB
biar bisa booting dari flashdisk.. setiap motherboard menunya beda, tapi pokoknya cari saja menu yang mengatur boot priority di BIOS.

4. Jalankan live USB
Cihuy, sukses.. kedetek semua hardwarenya, kali ini tanpa perlu parameter apa-apa 😀

5. Pilih menu “Install”
Tampak mengkilap! bungkus.. install langsung! dan inilah hasilnya:

KDE 4, lebih stylist & fresh.. sayang asistenku kartu grafisnya tidak disupport 3d acc di luar jendela, hingga belum bisa merasakan dahsyatnya Compiz

Selanjutnya, yang terjadi terjadilah.. one-click-install-nya YaST di openSUSE yang out-of-the-box dengan repositorynya yang lengkap: http://en.opensuse.org/Package_repositories tinggal dipilih.. “dipilih.. dipilih.. sayang anak.. sayang anak..”, begitu barangkali kata-katanya kalau ada tukang dagang.

“Sejak Continue reading “Nginstall openSUSE Linux via Live USB Flashdisk”

Iklan

12-Pas-12-Pas-an


Ngomong-ngomong soal game, kita yang kebanyakan berperan sebagai konsumen ini sekali-sekali mungkin perlu berpikir untuk menjadi produsen. Melihat game saat ini sudah menjadi industri yang cukup menjanjikan dengan potensi milyaran dolar [1]. Tertarik membuat game sendiri? mulai dari yang sederhana dulu, yuk mari.. 8)

Pada kesempatan ini game yang akan dibuat adalah latihan eksekusi penalti dari titik putih atau terkadang diistilahkan tendangan “12 pas” yang juga menjadi judul dari game ini. Sebelumnya unduh terlebih dulu gamenya di http://www.box.net/shared/qqdiij7gn1 untuk mencicipi (cukup 1.4 MB saja). Gamenya cupu abizz memang  dibandingkan buatannya game developer, tapi untuk mencapai langkah ke-1000 selalu diawali dengan langkah pertama, kan? 😉

Sekarang masuk ke pertanyaan, bagaimana cara membuat permainannya? Continue reading “12-Pas-12-Pas-an”

Mispersepsi Lingkup Kerja Engineer


Sebuah quote dari salah satu group di Facebook, couldnt agree more than this lah pokonamah!

I have officially reached a point where if someone would now ask me if Electronic/Electrical Engineers fix TVs and VCRs I am going to punch them so hard that they forget what a TV is in the first place. My full respect to all technicians and repairmen, but that is not what engineers do.

There is so much misunderstanding about what an Electronic/Electrical Engineer or any kind of Engineer for that matter does, whether Electrical, Computer, Civil, Mechanical, Nucleur… It’s not only a problem within the engineering fields but with any university discipline. Many people are ignorant and do not understand what a particular discipline involves. Engineering though is probably the most affected by this ignorance as the things we deal with are too intellectually difficult for most people to even start to comprehend.

Speaking as an Electronic Engineer, even if I tried explaining what I do to someone they just do not understand and end up with the conclusion that we fix TVs (that’s if they didn’t think that in the first place). So what do we do? you probably wouldn’t understand if we told you and if you do understand then you should already know.

http://www.facebook.com/group.php?gid=7155434306

wkwkwk 😀

Metoda Optimasi Jaringan WAN


Definisi
Wide Area Network (WAN) adalah jaringan komputer dalam area yang luas (contohnya jaringan yang saling berkomunikasi antar wilayah metropolitan, regional, atau perbatasan negara). Atau secara mudahnya, yaitu sebuah jaringan yang menggunakan router dan sambungan komunikasi publik.

WAN optimization adalah upaya untuk mempercepat aplikasi dalam skala luas yang diakses oleh user-user yg terdistribusi, dengan mengeliminasi transmisi yang tidak diperlukan, mengelompokkan data pada level tertentu dalam local cache, melakukan compression, melakukan pemrioritasan pada data, dan mengefisienkan protocol.

WAN Optimizer tersebar pada kedua sisi koneksi WAN. Pada kebanyakan kasus, berada di belakang router WAN pada sisi LAN. Device tersebut mensetting application traffic yang ditujukan untuk WAN sehingga performa aplikasi yang melewati WAN dipercepat. Hasilnya adalah akselerasi WAN dan respon waktu aplikasi yang lebih cepat.

***

Alasan Utama Pentingnya Optimasi
Performa sebuah jaringan bagi network administrator merupakan hal yang sangat penting. Karena itu ketika performa jaringan mulai melambat atau bahkan seringkali gagal, tentu seharusnya segera ditindaklanjuti.

Dalam hal ini setidaknya seorang network administrator memiliki 2 solusi menyelesaikannya yaitu:
1. melakukan upgrade jaringan WAN, atau
2. melakukan optimasi jaringan WAN.

Untuk melihat solusi mana yang terbaik, tentu kita perlu membandingkannya dari beberapa sisi. Dari sisi biaya, pilihan pertama memerlukan ongkos yang lebih mahal karena perlu menambah kapasitas link dan mengganti perangkat yang kapasitasnya rendah. Sedangkan untuk pilihan kedua. Dari sisi penyelesaian masalah, pilihan pertama dalam jangka pendek merupakan solusi yang baik, namun untuk jangka panjang pilihan ini seringkali tidak menyelesaikan masalah, bahkan masalah yang sama dimungkin dapat terjadi kembali.

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa meski pilihan pertama merupakan pilihan yang logis, namun pilihan kedua ternyata lebih efektif dari sisi cost, solusi untuk jangka panjang, dan lebih elegan.

***

Mekanisme dan Prinsip Kerja Optimasi Jaringan

1) Compression
Prinsip dasar compression pada produk WAN yaitu untuk merepresentasikan sebuah frame dari data menjadi lebih singkat dengan metoda algoritma compression tertentu untuk nantinya ditransmisikan melalui jaringan, hanya saja kompresi data ini terjadi hanya pada jalur WAN dan kemudian akan didekompress secara otomatis setelah terkirim, ini tentu akan menghemat space lebih pada jalur WAN untuk paket lain sehingga dapat membuat jaringan tersebut semakin efisien. Optimasi dengan metoda compression ini sangat cocok untuk jaringan dengan topologi point to point leased lines.

2) Caching
Mekanisme caching sangat diperlukan jika ada pengaksesan data atau site yang sama dari waktu ke waktu sehingga mengurangi pengiriman paket yang sama yang berulang ulang, karena caching server memiliki kemampuan untuk menyimpan informasi yang sering diminta.

Salah satu kekurangan caching adalah adanya resiko memberikan data yang tak update. Jika kita mengakses halaman cache saat ini, maka beresiko mendapatkan informasi yang salah dan sudah basi. Kebanyakan browser sebenarnya dapat melakukan mekanisme caching masing-masing. Banyak web server yang menyimpan time stamp dari update terakhir mereka, kemudian browser menggunakan salinan cache dari remote page setelah memeriksa time stamp tersebut.

3) Traffic Shaping
Application shaping, atau traffic shaping, atau bandwidth control adalah metoda yang mengoptimize bandwidth. Metode ini dapat membagi-bagi jalur WAN untuk bermacam aplikasi dimana jaringan dapat dikontrol dan pada akhirnya trafik yang penting mendapat bandwidth yang cukup.

4) Equalizing
Equalizing membuat penyesuaian dengan menambahkan latency pada data yang mempunyai prioritas rendah, sehingga data dengan prioritas yang lebih tinggi menerima bandwidth yang cukup. Aliran pada bandwidth dengan prioritas tinggi biasanya sedikit dan dapat diketahui oleh administrator. Aliran tersebut jarang muncul secara spontan, jadi sedikit lebih mudah untuk memberi pengecualian pada aliran aliran yang jarang seperti ini. Hal ini tentunya lebih mudah daripada mengklasifikasi setiap aliran pada jaringan setiap waktu.

5) Connection Limits
Prinsip kerjanya yaitu mencegah akses yang terhambat pada router dan akses point karena denial of service atau peer to peer. Cocok untuk wide open Internet access links, dapat juga digunakan untuk jalur WAN.

6) Simple Rate Limits
Simple rate limit adalah bentuk penggunaan bandwidth control yang paling umum dan luas digunakan. Simple rate limit membatasi kecepatan akses secara simpel, misalnya sebuah Internet Service Provider menjanjikan kepada para penggunanya “256 kbps up dan 256 kbps down”. Mencegah satu user mendapatkan lebih banyak dari sejumlah data.

7) Proxy
Proxy Server, yang bisa berupa komputer atau perangkat keras yang menjalankan proxy service, bekerja sebagai penengah antara user yang berada di jaringan internal, dan service yang berada di jaringan luar (biasanya Internet). Proxy server mengambil request dari user dan melakukannya untuk kepentingan user. Di sistem eksternal, request tersebut seolah olah datang dari proxy server, bukan dari user yang berada di jaringan internal.

***

~Secuil ringkasan dari tulisan lama hasil studi literatur saat kerja praktek Juni-Agustus 2008 yang saya simpan di bagian bab 3 dari makalahnya yang berjudul “OPTIMASI JARINGAN WAN MENGGUNAKAN PACKETEER PACKETSHAPER”,  hanya baru diblogkan sekarang :p~

Daftar Pustaka:
[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Wide_Area_Network
[2] http://en.wikipedia.org/wiki/WAN_optimization
[3] http://www.netequalizer.com/bandwidthwhitepaper.php
[4] dll (Dan Lupa Lagidarimanaajapokonamahmendaktigoogleweh)

***

Posting terkait:
https://faisalman.wordpress.com/2008/06/15/kape-deh/
https://faisalman.wordpress.com/2008/07/15/foto2-eksklusif-sang-asisten/

Algoritma Quine-McCluskey


Quine-McCluskey merupakan salah satu metoda yang digunakan untuk menyederhanakan sebuah persamaan boolean. Fungsinya sama seperti Karnaugh Map (K-Map), hanya saja dengan metode Quine-McCluskey kita dapat menghitung lebih dari 6 variabel. Format tabelnya juga menjadikan lebih efisien untuk digunakan dalam algoritma komputer dan memberikan cara deterministik untuk memeriksa bahwa bentuk minimal sebuah fungsi boolean telah tercapai.

Metode ini secara umum terdiri dari 2 langkah, yaitu mencari semua prime implicant kemudian pilih EPI & sisa PI yang mengcover minterm sehingga didapat fungsi minimum.

Contoh soal:
Sederhanakan fungsi F(A,B,C) = Σm(0,1,2,3,6,7,8,9,14,15)

Jawab:
Langkah 1
Buat tabel semua minterm dari fungsi berdasarkan representasi binernya

Langkah 2
Susun minterm menjadi beberapa grup berdasarkan jumlah 1 dari representasi binernya

Langkah 3
Bandingkan setiap minterm dalam sebuah grup dengan setiap minterm grup di bawahnya. Jika keduanya hanya memiliki satu nilai bit yang berbeda, kombinasikan menjadi sebuah term baru pada list berikutnya dengan tanda (-) pada variabel yang dieliminasi.

Langkah 4
Ulangi langkah diatas untuk semua grup dari minterm dalam list, hasil dalam list baru disusun per grup juga. Pemberian tanda ceklis (v) dilakukan setelah membuat list berikutnya, dengan menceklis minterm yang ada kombinasinya di list selanjutnya.

Langkah 5
Bandingkan lagi grup minterm pada list baru, cari yang berbeda satu bit seperti langkah sebelumnya kemudian susun lagi hasilnya menjadi sebuah list baru. Lakukan terus langkah ini hingga tidak ada list baru yang dapat dibuat. Semua term yang tidak terceklis merupakan Prime Implicant.

Langkah 6
Pilih subset prime implicant paling minimal, yang dapat mengcover semua minterm dari fungsi booleannya.

Dari perhitungan di atas kita kita lihat bahwa PI2 dan PI4 merupakan EPI (Essential Prime Implicant) karena mengcover 8,9 dan 14,15 yang tidak memiliki PI lain yang mengcovernya. Dengan mengambil keduanya otomatis 0,1,6,7 telah tercover. Sisanya untuk mengcover 2,3 ambil dari PI1 atau PI3, sehingga kita dapatkan solusi dari soal ini:

F  =  PI1 + PI2 + PI4
=  A’B’+ B’C’ + BC

Sumber: berkas-berkas catatan kuliah “Perancangan Rangkaian Sekuensial”. Ditemukan juga pada catatan kuliah “Rangkaian Logika & Teknik Digital” dan matakuliah “Matematika Diskrit”.