Buat Aplikasi MP3 Player Sederhana dengan Flash+AS2


Memanfaatkan kemampuan Flash yang dapat memainkan file MP3 dengan cara membuat Sound object (di AS2, favoritku ;p), saya pernah iseng2 membuat versi cupu dari aplikasi MP3 player.. BTW, tau Winamp kan? nah aplikasi semacam ini yang saya istilahkan sebagai MP3 player (versi kerennya sih 😀 ), yah.. meskipun yang pernah saya buat tersebut hasilnya masih berupa fitur-fitur dasar sederhana: load file-file MP3, next track, previous track, tampilan informasi MP3nya, dan tampilan playlist (supaya user bisa memilih file MP3 yang ingin dimainkan dengan mengkliknya di playlist).

Cara buatnya, Flash dibuat memanjang ke bawah (biar rada mirip Winamp), simpan 3 buah movieclip yang sama (dimana di dalamnya terdapat sebuah dynamic text dengan instance name “teks“) namun diberikan instance name berbeda yaitu “browse_btn“, “kanan_btn“, dan “kiri_btn” (ketiganya akan berperan sebagai tombol untuk load files, play next track, dan play previous track). Sebuah dynamic text dengan instance name “tulisan_txt” (yang akan menampilkan nama artist, judul, dan ukuran waktu MP3 berjalan dimana informasi ini diambil dari ID3 tags MP3nya). Di bawahnya lagi sebagai tampilan playlist digunakan sebuah List Component dengan instance name “cmp_playlist“. Menyusul kemudian, baris ActionScriptnya disimpan di frame:

import flash.net.FileReferenceList;

var playlist:Array = new Array(0);
var musik:Sound = new Sound();
var angka:Number = new Number(0);
var fileRefList:FileReferenceList = new FileReferenceList();
var listenerFileRefList:Object = new Object();
var listHandler:Object = new Object();

fscommand("showmenu", false);
kanan_btn.onPress = kanan;
kiri_btn.onPress = kiri;
browse_btn.onPress = browseFile;
browse_btn.teks.text = "load";
kiri_btn.teks.text = "prev";
kanan_btn.teks.text = "next";
fileRefList.addListener(listenerFileRefList);
cmp_playlist.addEventListener("change", listHandler);
cmp_playlist.setStyle("fontFamily", "corbel");
cmp_playlist.setStyle("fontSize", "12");
tulisan_txt.text = "load file MP3 terlebih dulu..\n (maaf, di versi cupu ini, file MP3nya mesti sefolder sama aplikasinya)";

listHandler.change = function(evt:Object){
    if(angka != evt.target.selectedItem.data){
		angka = evt.target.selectedItem.data;
		loadMusik();
	}
}

musik.onSoundComplete = function(){
	kanan();
}

musik.onLoad = function(success:Boolean){
	if (success){
		musik.start();
	}
	else{
		tulisan_txt = "salah load file";
	}
}

listenerFileRefList.onSelect = function(file:FileReferenceList){
	for(var i = 0; i < file.fileList.length; i++){
		var filePilihan = file.fileList[i].name;
		if(filePilihan.substr(-3, 3) == "mp3"){
			cmp_playlist.addItem({label:filePilihan, data:playlist.length});
			playlist.push(filePilihan);
		}
	}
	loadMusik();
}

function browseFile(){
	fileRefList.browse([{description:"Ingat: file MP3 sefolder saja! (maklum versi cupu)", extension:"*.mp3"}]);
}

function loadMusik(){
	musik.loadSound(playlist[angka], true);
}

function kanan(){
	if(playlist.length < 1){
		tulisan_txt.text = "load filenya dulu woi..\n(tombolnya di bawah playlist)";
	}
	else{
		angka += 1;
		if(angka >= playlist.length){
			angka = 0;
		}
		loadMusik();
	}
}

function kiri(){
	if(playlist.length < 1){
		tulisan_txt.text = "load filenya dulu woi..\n(tombolnya di bawah playlist)";
	}
	else{
		angka -= 1;
		if(angka <= 0)	{
			angka = playlist.length - 1;
		}
		loadMusik();
	}
}

this.onEnterFrame=function(){
	var posisi:String = musik.position.toString();
	var durasi:String = musik.duration.toString();
	var artist:String = musik.id3.artist.toString();
	var judul:String = musik.id3.songname.toString();
	var menitPlaying:String = Math.floor(posisi/60000) + ":" + Math.round((posisi/1000)%60);
	var menitTotal:String = Math.floor(durasi/60000) + ":" + Math.round((durasi/1000)%60);

	if(playlist.length >= 1){
		tulisan_txt.text = artist + " - " + judul + "\n" + menitPlaying + " / " + menitTotal;
	}
}

Preview

Mohon maaf kalau kodenya terlihat tidak efisien, nampak buggy, dan sulit dibaca algoritmanya acak-acakan 😀 yang penting fungsional dulu lah ya.. 8) Tekan Ctrl+Enter untuk melihat preview movie.

Namun ada keterbatasan yang cukup mengganggu dari aplikasi yang saya buat ini, yaitu:

Cuman bisa menjalankan file MP3 yang sefolder dengan SWF-nya, klo gak: undefined -__-‘

Zzzzz.. Mungkin saya salah cara ngakses file dari objek FileReferenceList? atau sistem sandbox objek Sound yang tidak memperbolehkan loadSound diluar direktori?.. Anybody knows how can I play MP3 files that’s stored anywhere, so it could be like a real MP3 player? please share… Any improvement welcome..

Bagi yang berminat untuk melihat contoh aplikasinya (.exe) sila unduh di http://www.box.net/shared/30010rjlmf

***

Referensi terkait:

  • http://flash-reference.icod.de/flash/net/FileReferenceList.html
  • http://flash-reference.icod.de/Sound.html
  • Tips Trik Flash, Tabloid PC-Mild Edisi 6/2010
  • Iklan

    Setting Proxy Pada Linux Console


    Nyobain yum atau command lainnya yang ngambil data dari internet tetapi selalu gagal karena terhalang proxy? bahkan meskipun di web browsernya sudah disetting dengan akun yang terautentikasi pula? nah itulah yang saya alami… (karena akses internet di kampus mesti make akun AI3 untuk bisa lewat si cumi)… solusinya? Secara umum, dari apa yang saya baca di salah satu thread forum yang membahas ini, akses dari console (command line di linux) memang tidak secara otomatis ikut tersetting. Untuk itu kita perlu menset akses proxy dengan menambahkan environment variable http_proxy pada shell, caranya adalah dengan mengetikkan command pada linux console:

    export http_proxy="http://namausernya:passwordnya@alamatproxyservernya:nomerportnya/"
    # Contoh:
    export http_proxy="http://faisalman:password@cache1.itb.ac.id:8080/"
    export ftp_proxy="http://faisalman:password@cache1.itb.ac.id:8080/"
    export no_proxy="localhost, 127.0.0.1, .itb.ac.id, 167.205.0.0/16"
    

    Sebaliknya, jika sudah kembali menggunakan akses internet yang direct connection (tidak menggunakan proxy), set ulang dengan command pada linux console:

    export http_proxy=""
    export ftp_proxy=""
    export no_proxy=""
    

    Untuk memeriksa settingan proxy mana yang sedang digunakan kita dapat melihatnya dengan mengetikkan command pada linux console:

    echo $http_proxy
    echo $ftp_proxy
    echo $no_proxy
    

    Alternatif lain, kita dapat mendefinisikan sendiri sebuah fungsi untuk mensetting akun proxy dengan menggunakan shell script sehingga nantinya tinggal mengetikkan nama fungsi pada shell dan mengisi variabel-variabel yang dibutuhkan. Caranya yaitu dengan buat sebuah file shell script di dalam folder /etc/profile.d berekstensi .sh jika menggunakan bash (yang paling umum digunakan di linux) atau .csh untuk c-shell, kita bisa mengecek jenis shell apa yang digunakan ketikkan perintah pada consolenya:

    echo $SHELL
    

    Misalkan file shell script yang akan dibuat namanya settinganproxy.sh, maka ketikkan perintah pada linux console:

    sudo nano /etc/profile.d/settinganproxy.sh
    

    Berikan baris script berikut pada file shell script tersebut dalam nano[1] text editor:

    # Setting akses proxy
    function setaksesproxy()
    {
      echo -n "proxy: "
      read -e alamatproxy
      echo -n "port: "
      read -e nomerport
      echo -n "username: "
      read -e namauser
      echo -n "password: "
      read -es proxypass
      echo -n "domain tanpa proxy: "
      read -e exclude
      echo ""
      export http_proxy="http://$namauser:$proxypass@$alamatproxy:$nomerport/"
      export ftp_proxy="http://$namauser:$proxypass@$alamatproxy:$nomerport/"
      export no_proxy="localhost, 127.0.0.1, $exclude"
    }
    
    # Clear proxy
    function setnoproxy()
    {
      export http_proxy=""
      export ftp_proxy=""
      export no_proxy=""
    }
    

    Sehingga di shell consolenya linux kita tinggal mengetikkan nama fungsinya saja dan mengisi input-inputnya sajah 😀

    Konfigurasi di atas menggunakan asumsi bahwa jaringan ber-proxy tidak digunakan setiap saat, atau menggunakan jaringan ber-proxy yang berbeda-beda, atau akun yang digunakan berbeda-beda. Sedangkan jika setting proxy dibutuhkan setiap saat, mungkin perlu juga untuk menyimpan akun dan password proxy pada user tertentu yaitu dengan mengedit file .bash_profile (file gak kelihatan karena hidden) yang terletak di home directory dari user yang diinginkan untuk diberikan autentikasi proxynya, tinggal ketikkan perintah pada linux console:

    nano /home/namauseryangdiinginkan/.bash_profile
    

    Berikan baris perintah berikut pada file tersebut:

    export http_proxy="http://namausernya:passwordnya@alamatproxynya:nomerportnya/"
    export ftp_proxy="http://namausernya:passwordnya@alamatproxynya:nomerportnya/"
    export no_proxy="domain-atau-IP-address-tanpa-proxy-misalnya-127.0.0.1"
    

    Footnote:
    [1] Nano merupakan program editor pada console linux yang biasanya sudah terinstall secara default, jika tidak ada silakan menggunakan editor favorit lain semisal vim, emacs, dll